Mari Wujudkan Gerakan Nasional "Kerja Bersama '72 Tahun Indonesia Merdeka"

Website masih dalam tahap pengembangan..Mohon maaf atas ketidaknyaman ini..

Selamat Datang di website resmi Desa Madukara Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara

Topik apakah yang ingin para pengunjung dapatkan di website Desa Madukara ? Silahkan masukan ke dalam komentar, terima kasih atas kerjasamanya

Jika suatu saat domain www.desamadukara-madukara.desa.id tidak dapat diakses maka  domain website Desa Madukara sudah berganti menjadi www.madukara-banjarnegara.desa.id

Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72

Silahkan sampaikan kritik dan saran Anda untuk kemajuan Desa Madukara melalui kolom komentar yang tersedia .... terima kasih

 

Sejarah Desa

Admin 30 April 2014 17:20:39

(Madukara)-Sabtu (26/3) Tim Redaksi berhasil mewawancarai warga Desa Madukara di Dusun Bogaraji yaitu Rio Suwarno (85 th). Beliau yang lahir di Banjarnegara, 14 Juni 1930 ternyata masih mengingat tajam masa-masa Pemerintahan Desa Madukara. Dari zaman penjajahan Belanda dan penjajahan Jepang. Mulai dari asal usul kata Madukara Beliau mengungkapkan bahwa Desa Madukara berasal dari kata Madu dan Kara. Madu berarti rembug/membahas dan Kara berarti masalah atau hal-hal penting. Jika digabungkan Madukara berarti membahas hal-hal penting. Menurut Beliau, “Kalau zaman sekarang disebutnya demokrasi.” Sistem Pemerintah Desa Madukara pada Zaman Dahulu Pada zaman dahulu, warga Desa Madukara setiap selapanan (35 hari sekali) mengadakan pertemuan di rumah Kepala Desa. Pertemuan tersebut biasanya membahas kegiatan menyambut bulan Rajab, Muaulud, kegiatan kesenian rebana dan lain-lain. Sebelum lanjut ke sejarah berikutnya, perlu kita ketahui istilah-istilah pada masa Pemerintahan Desa Madukara zaman dahulu : 1. Pamong yaitu perangkat desa. Para pamong dibebani upeti sebesar 4 pocong (1 pocong @ 15 kg padi). Beban upeti pamong lebih besar dibandingkan kuli karena pamong mengolah lahan lebih banyak daripada kuli. Kalau pamong mengolah lahan sebanyak 2 kuli (± 8.000 m2) sedangkan kuli mengolah lahan sebanyak 1 kuli (± 4.000 m2). Upeti ini diserahkan kepada pemerintah desa setiap setahun sekali. Hasil dari pengumpulan upeti tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan kegiatan-kegiatan di desa seperti acara pertemuan rutin, kegiatan menyambut Maulud NabiMuhammad Salllallahu Alaihi Wassalam, kesenian rebana dan lain-lain. 2. Kuli yaitu warga Desa Madukara yang mempunyai lahan di Desa Madukara. Para kuli dibebani upeti sebanyak 2 pocong setiap tahunnya. 3. Lindung yaitu warga Desa Madukara yang tidak mempunyai lahan di Desa Madukara, mereka juga tidak punya pekerjaan tetap. Pekerjaan mereka hanya mengolah sawah namun milik orang lain seperti bercocok tanam, panen dan lain-lain. Keistimewaan bagi para Lindung adalah mereka tidak diwajibkan membayar upeti kepada Pemerintah Desa, mereka juga tidak perlu membayar biaya sekolah untuk putra putri mereka. Bahkan para Lindung diberi fasilitas untuk meminjam uang pada bank desa yang pada saat itu dikenal sebagai Mendring. Pada waktu pemilihan kepala desa berlangsung di tempat penjabat kepala desa sebelumnya. Sistem pemilihannya dengan menggunakan lidi / “bithing”. Pemilih kepala desa pada waktu itu hanya pamong dan kuli. Para lindung tidak mempunyai hak untuk memilih. Pemilihnya pun hanya diambil satu orang per keluarga. Menurut Rio Suwarno jumlah pemilih pada waktu itu hanya mencapai 80 orang/80 kepala keluarga. Mata Uang Pada zaman pemerintahan Belanda, warga Desa Madukara diharuskan membayar pajak lahan kepada Pemerintah. Untuk 1 kuli (± 4.000 m2) warga diharuskan membayar 75 kethip. Sedangkan jika lahan tersebut disewakan/dijual tahunan kepada warga lain, maka nilai jualnya hanya 90 kethip. Jadi warga Desa Madukara pada saat itu merasa kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dari penjualan tanah tersebut tersisa 15 kethip. Untuk 1 kethip pada masa itu dapat digunakan untuk membeli beras sebanyak 2 kg. Bisa kita bayangkan betapa sulit kehidupan warga Desa Madukara pada saat itu. Untuk lebih memperjelas gambaran kita mengenai mata uang pada zaman Belanda, dapat dilihat pada penjelasan berikut : 1 rini = 0,5 sen 1 sen = 2 rini 1 benggol = 2,5 sen 1 godril = 5 sen 1 kethip = 10 sen 1 talen = 25 sen 1 suku = 50 sen 1 suku = 0,5 rupiah 1 rupiah = 100 sen = 10 kethip = 40 benggol = 2 suku = 4 talen = 20 godril Pada zaman tersebut mata uang 1 rupiah berbentuk koin atau kertas, sedangkan 10 rupiah berbentuk emas koin murni.

 Dalam kepemimpinan desa Madukara juga telah dipimpin oleh 8 Kepala Desa.

Sejarah Kepemimpinan Desa Madukara dalam masa ke masa :

NO

TAHUN

PEMIMPIN (KEPALA DESA)

KETERANGAN

1

.......  – 1892

MANDRA

 

2

1892 – 1922

DJAGADIWANGSA

 

3

1922 – 1927

DJASEMITA

 

4

1927 – 1937

AMAD DANGWAR

 

5

1937 – 1945

ASAN MUNAWAR

 

6

1945 – 1989

AMAD KASRONI

 

7

1989 – 2007

ACMAD

 

8

2007 s/d sekarang

PURWONO

 

 

Demikian tadi sejarah Desa Madukara yang dapat tim redaksi kumpulkan. Apabila ada penambahan/revisi dari narasumber terpercaya, silahkan hubungi admin via email di madukarabna@gmail.com. Terima kasih dan semoga bermanfaat ....

Komentar atas Sejarah Desa

Bonny Sayogha 11 Desember 2017 08:25:12
@pemdes Madukara: Mbah Marto tinggal di sebelah pasar Madukara persis di pertigaan, sekarang yang tinggal dirumah Mbah adalah Kang Saryono. Minggu lalu saya liburan di Madukara. Semoga Madukara Makin Maju Makin Sejahtera, Amin.
miftakhul munir 26 November 2017 16:23:42
assalamu alaikum YTH PEMDES Madu Kara,ini sekedar uneg-uneg darisaya selaku warga,bagaimana kalo didesa kita tercinta ini diadakan pembuatan SIM massal.atas perhatianya, banyak terimakasih. wassalamu alaikum
Pemdes Madukara 31 Oktober 2017 08:53:06
@Bonny : Mbahnya dusun apa? rt rw berapa ? terima kasih telah berkunjung ke webdesa kami
Bonny Sayogha 16 Oktober 2017 15:06:02
Senang sekali bisa membuka website Madukara. Saya cucu dari Mbah Martosudarmo,warga Madukara. Semoga Madukara makin maju makin makmur sejahtera. Salam hangat.
Pemdes Madukara 24 Juli 2017 12:46:35
Terima kasih Anda telah menyampaikan saran-saran Anda, Kami mohon doa restu semoga Desa Madukara dapat mewujudkan membuat tempat pengepakan salak khusus sehingga tidak ada pengepakan salak di rumah-rumah sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.
HAMBA SATRIA 23 Juli 2017 04:15:41
Sekedar unek-unek : Dalan-dalan lurung nang desa Madukara kan ora amba ya, wong jenenge bae dalan lurung. Aku maklum kuwe. Sing ora pati gathuk kuwe nek ana trek muat salak ka mapane nang dalan lurung, ya dalane entek. Terus nek ana kendaraan maning sing arep liwat primen jal...... Jajal : 1. Pihak pemerintah desa ngelingaken karo juragan salak,mangsude parkire trek kuwe mlebu latar umahejuragane bae primen 2. Padha digalih, bodhole dalan merga trek langganan mau apa njur dadi renggane seluruh warga setempat? Eeeee wong anu langganan tur nggo golet bathen. Hi hi ngapura.
Pemdes Madukara 09 Maret 2017 10:15:42
Terimakasih sarannya,, akan kami upayakan :)
marno 08 Maret 2017 17:58:09
di tambah lagi artikelnya biar informasi tentang desa madukara semakin dalam dan luas. agar para penduduknya juga semakin paham.
Pemdes Madukara 09 Februari 2017 09:06:45
untuk perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam rencana pembangunan tahun ini, terima kasih atas perhatiannya :)
miftakhul munir 07 Februari 2017 06:45:05
maksud saya sebelah utara jalan raya maukara gununggiyana,terima kasih
miftakhul munir 06 Februari 2017 21:40:41
YTH.PEMDES MADUKARA jalan dusun pongangan madukara sebelah selatan jalan raya madukara gunung giyana yang longsor kok belum ada penanganan,itu tanggung jawab siapa? desa atau perorangan yang punya tanah.
miftakhul munir 29 Desember 2016 15:21:04
alhamdulillah berarti msyarakat desa Madukara sudah dewasa dalam berdemokrasi
Pemdes Madukara 27 Desember 2016 12:34:30
Suhu politik aman dan damai.... masyarakat sudah punya pilihannya sendiri-sendiri :)
miftakhul munir 24 Desember 2016 17:05:49
mendekati PILKADA bagaimana suhu politik didesa madukara tercinta mohon informasinya ? terima kasih
Pemdes Madukara 21 November 2016 10:12:48
Sdri. Ayu, sebelumnya boleh kami tahu, Madukaranya itu desa atau kecamatan ? Kalau Kecamatan Madukara itu luas ada 20 desa/kelurahan. Sehingga jika desanya lebih spesifik maka pencarian akan lebih mudah. Terima kasih..
ayu 20 November 2016 20:27:49
Tolong donk bantu saya cari kan saudara saya yang dimadukara. marta wireja & sukarto. Mereka berdua merupakan wawak saya. Bpk saya sedang cari saudaranya yg disana. Mereka terpisahwaktu masih kecil di zaman penjajahan. Bpk di bawah pinda oleh nenek ke pulau sumatera utara. Sekaramg keluarga saya menetap di medan. Bpk saya igin sekali ketemu beliau. Jadi tolong saya minta bantuannya ya.. trimakasih!!!!!! :-)
Pemdes Madukara 19 September 2016 11:00:32
Ya, sama-sama...
miftakhul munir 18 September 2016 23:43:10
ya pernah perekaman E KTP,terimakasih atas informasinya
Pemdes Madukara 18 September 2016 00:48:25
Saudara M. Munir, apakah Anda sudah pernah perekaman e-KTP di wilayah asal saudara ? Anda tinggal membawa fc. KK, foto 3x4 2 lbr dgn backgroun merah jika tahun lahir ganjil dan backgroun biru jika tahun lahir genap, silahkan bawa persyaratan tersebut ke Balai Desa Madukara.
miftakhul munir 16 September 2016 20:17:12
Yth PEMDES Madu Kara bagaimana persyaratan membuat E -KTP, selama saya pindah penduduk Madu Kara belum membuat E-KTP ,terima kasih.
miftakhul munir 29 Agustus 2016 16:23:56
Termakasih atas perhatian PEMDES MaduKara,mohon do"a dan dukunganya,untuk saat ini saya belum bisa merealisasikan karena karena hidup diperantauan juga masih minim pengalaman,dulu bersama isteri pernah budi daya jamur tiram sekarang berhenti karena kendala dalam pemasaran.tapi kami tidak menyerah insya alloh bangkit kembali.
Pemdes Madukara 29 Agustus 2016 12:52:16
Terima kasih atas pemikiran/idenya, sejak lama kami mendambakan adanya Pioneer-pioneer untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa disegala bidang usaha baik pertanian, peternakan maupun usaha lainnya, terbukti berbagai pelatihan telah diadakan, seperti ternak kambing, menjahit, pengolahan makanan berbasis lokal dan bantuan hibah untuk modal, akan tetapi sampai saat ini belum bisa berkembang.Kami mengharap kepada Mas Miftakhul Munir beserta masyarakat Desa Madukara untuk membentuk kelompok usaha baik peternakan maupun kelompok usaha lainnya sehingga Pemdes Madukara dapat memfasilitasi dan membantu dengan tepat sasaran baik itu bersifat pelatihan maupun permodalan. Kami tunggu Actionnya !
miftakhul munir 28 Agustus 2016 08:25:48
YTH PEMDES MADUKARA sekarang disektor peternakan sudah mengalami perubahan dengan sistem modern misal ternak kambing 3 bulan panen,sapi bahkan ada 6-7 bulan panen dengan sistem fermentasi baik secara kemitraan maupun usaha sendiri,bagaimana kalo para peternak Desa Madu Kara meubah pola lama dengan modern,untuk peningkatan ekonomi disamping bertani salak,mohon bantuan PEMDES. Terimakasih Munir Sipete Madu kara
Pemdes Madukara 23 Agustus 2016 08:34:06
kami sangat senang apabila apa yang ada di website ini dapat memberikan manfaat... :)
21 Agustus 2016 13:05:04
trim's sudah memberi saya pngetahuan tentang asal usul desa madukara,
Pemdes Madukara 20 Agustus 2016 07:44:30
Terima kasih atas ide yang sangat bagus.. akan kami usahakan :)
miftakhul munir 17 Agustus 2016 20:09:55
walau saya bukan orang Madukara asli asal saya Temanggung tapi saya bersukur dan bangga menjadi warga Madukara,kalo memang Madukara memang merupakan kesatriyan Madukara tolonglah para pejabat desa meminta kepada dinas kebudayaan Banjar Negara untuk menggali melestarikan situs-situs peninggalan sejarah tersebut,seperti di Temanggung terus dilakukan penggalian situs-situs candi-candi peniggalan rakai pikatan,karena Temanggung dulu wilayah kekuasaan rakai pikatan terima kasih.
Pemdes Madukara 26 Juni 2016 07:20:08
Usul yang bagus @Sumarso,.. kami akan mencoba mencari asal usl nama dusun di Desa Madukara yang akurat.. TERIMA KASIH
sumarso 26 Juni 2016 04:38:39
Yth tim redaksi Saya usul mungkin juga digali sejarah asal usul nama dusun yang ada di desa madukara, misal sipete, laban dst. terima kasih semoga manfaat.
Atin Sarwono 30 Mei 2016 14:30:40
Senang sekali saya membaca sejarah dari desa Madukara. Dengan demikian saya akan banyak tahu mengenai asal usul nama dari Desa Madukara. Kepada Tim Redaksi yang terhormat, dapatkah saya diberikan informasi yang selengkapnya mengenai keturunan dari Kepala Desa Alm. Amad Dangwar. Ucapan terima kasih dan apresiasi saya sampaikan kepada Tim redaksi dan nara Sumber. Wassalam. Atin Sarwono
Aswan camat madukara 29 Mei 2016 18:48:45
Kapan kita duduk bareng, dengan kesepuhan madukara, atau tokoh sekitaryg mungkin paham sejarah desa madukara, sehingga sejarah desa madukara tidak sekedar dari kata madu dan kara, tapi ada alur cerita yg lebih jelas. Dari namanya yg merupakan wilayah kasatrian tempat raden janoko, mungkin ada kaitan atau ada hubungan sejarah, eee ya...mbokan. Prinsip sy dukung kalau mau menggali sejarah desa kita tercinta.

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlusYouTube

Lokasi Kantor Desa

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Aparatur Desa

Sinergi Program

Prodeskel E-Musren E-Office
Kominfo Banjarnegara RTIK Banjarnegara

Wilayah Desa